"Artikel Terbaru"

Pengumuman

"Posting untuk saat ini tidak akan teratur-ADMIN
Diberdayakan oleh Blogger.

Quotes

"Jangan iri atas keberhasilan orang lain, karena kamu tidak mengetahui apa yang telah ia korbankan untuk mencapai keberhasilannya itu"-ADMIN
Home » » Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja

Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja

Written By Fajar Fachi on Selasa, 26 Januari 2016 | 10.35.00

Apa yang ada di pikiran kita ketika mendengar kata seks dan seksualitas? Sebagian pasti berpikiran tentang perilaku seksual, atau mungkin sebagian orang lagi akan berpikiran tentang hubungan seksual. Bagi orang yang belum memahami apa itu seksualitas, pasti akan berpikiran ngeres dan tabu mengenai seksualitas. Tetapi sebenarnya, seksualitas tidak selalu berhubungan dengan perilaku seksual atau hubungan seksual. Tidak semua hal yang berhubungan dengan seksualitas bersifat negatif. Justru dengan mengetahui lebih mendalam mengenai seksualitas, kita dapat terhindar dari hal-hal yang menyesatkan dan bersifat negatif.

Kesehatan seksual didefinisikan sebagai keadaan sejahtera secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan seksualitas. Kesehatan seksual memerlukan adanya penghargaan terhadap seksualitas seseorang, termasuk dalam hal merasakan kenikmatan seksual dan hubungan seks yang aman tanpa paksaan dan kekerasan. Jadi seseorang bisa bilang bahwa dirinya sehat seksual jika bisa memilih pasangan seksual, merasakan kenikmatan seksual, dan terbebas dari risiko kehamilan yang tidak direncanakan dan infeksi menular seksual, dan bebas dari segala paksaan dan kekerasan. Sedangkan kesehatan reproduksi didefinisikan sebagai keadaan sejahtera secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya. Jadi seseorang merasa sehat reproduksi jika organ reproduksinya mampu berfungsi dengan baik, bisa menentukan apakah mau memiliki anak, jumlah anak dan jarak antar anak, serta memilih alat kontrasepsi yang diinginkan tanpa adanya paksaan.

Masa-masa remaja adalah masa yang penuh masa yang labil, karena di saat inilah terjadi perubahan yang drastis pada : Organ / alat reproduksi dan permasalahan diseputarnya, pubertas pada remaja, kehamilan, perilaku seksual remaja, kehamilan tak Diinginkan pada remaja, aborsi di kalangan remaja, dan IMS & HIV/AIDS

Fakta Dan Mitos Kesehatan Seksualitas Remaja
Mitos: Melakukan seks saat dewasa itu malu-maluin dan tidak gaul.
Fakta: Justru kamu perlu mempertahankan abstinensia (bertahan untuk tidak melakukan) terhadap seks bebas sampai hubungan kamu sah secara hukum dan agama.

Mitos: Laki-laki selalu siap untuk melakukan hubungan seksual.
Fakta: Tidak benar! Walaupun pikiran laki-laki rentan terhadap “seks”, namun streotipe ini tidak benar. Faktanya 2 dari 3 laki-laki lebih menginginkan hubungan atau relasi yang baik dibandingkan hanya semata-mata seks. Jadi, kita pun perlu menjaga diri dengan baik.

Mitos: Perempuan tidak pernah menekan laki-laki untuk melakukan hubungan seksual.
Fakta: Memang, seperti yang kita baca di harian atau surat kabar, seringkali ada pria yang memaksa hubungan seks pada perempuan. Namun perempuan pun memiliki ketertarikan seksual juga dan tidak menutup kemungkinan untuk sebaliknya.

Mitos: Saya tidak akan hamil pada hubungan seks pertama.


Fakta: Jika kamu sedang dalam masa ovulasi, sebenarnya tidak ada hubungannya entah hubungan ke berapapun, kamu tetap bisa hamil. Kehamilan terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Jadi walaupun kali pertama, sel sperma tetap memiliki peluang bertemu bila sel telur berovulasi. Bisa baca selengkapnya DiSini.

Sekali lagi peran orang tua merupakan gerbang utama dari upaya mengontrol hal tersebut selain lembaga pendidikan, sosial dan keagamaan lainnya

0 komentar:

Posting Komentar

Perjalanan Blog

Sering Di Intip