"Artikel Terbaru"

Pengumuman

"Posting untuk saat ini tidak akan teratur-ADMIN
Diberdayakan oleh Blogger.

Quotes

"Jangan iri atas keberhasilan orang lain, karena kamu tidak mengetahui apa yang telah ia korbankan untuk mencapai keberhasilannya itu"-ADMIN
Home » » Tangan Iron Man Asal Bali Dirusak Peneliti

Tangan Iron Man Asal Bali Dirusak Peneliti

Written By Fajar Fachi on Senin, 25 Januari 2016 | 19.35.00

Sejak namanya melambung berkat temuan tangan robotnya, ia didatangi sejumlah peneliti. Tak sedikit yang bangga dengan karya Tawan. Namun, banyak juga yang meragukan. Ia pun mempersilakan pihak-pihak berkepentingan untuk meneliti alatnya. Sayang, penelitian itu justru membawa petaka bagi Tawan. Betapa tidak, alat robotiknya justru rusak, tak bisa digunakan lagi.

Tawan bercerita, alat robotik yang dibuatnya dari barang rongsokan tersebut diteliti oleh beberapa ahli dari beberapa universitas di Bali yang berkunjung ke bengkel lasnya. Dia pun mempersilakan para peneliti tersebut untuk melihat alat yang dirakitnya selama dua bulan tangannya mengalami kelumpuhan pada enam bulan yang lalu itu. Menurutnya, dia tidak mempermasalahkan tangan robotiknya untuk diteliti. Namun saat usai diteliti, alatnya justru tak bisa difungsikan lagi.

“Kesal saya enggak bisa dipakai lagi. Tadi diteliti sama ahli-hali, malah rusak. Saya tidak bisa bekerja lagi,” sesal Tawan.

Dirinya kini tak bisa kembali bekerja akibat tangan robotnya rusak.

“Saya tidak bisa bekerja. Bagaimana nasib anak istri saya? Saya ancurin saja lama-lama alat ini,” katanya.

Banyak pihak yang menaruh kagum atas penemuan Tawan tersebut. Namun ada pula pihak-pihak yang meragukannya. Banyak yang merasa janggal tentang penemuan Tawan tersebut.

"Kelihatan waktu dia sedang memasang lengannya. Tapi anehnya respon ke pergerakan tangannya cepat dan pasti tanpa ada kesalahan gerak. Gear Box "tangan robot" Tawan tidak terkunci, bisa dibongkar pasang, bahkan dengan kecepatan putar tertentu bisa lompat dan lepas. Gerakannya cepat, mulus dan biologis tidak menampakkan gerakan robotic mekanik," papar Kharim, Sabtu 23 Januari 2016.

Kendati begitu, bagi Nur Kharim, poin yang menarik dari sosok I Wayan Sumardana adalah semangatnya untuk melawan penyakit stroke yang mengakibatkan tangan kirinya lumpuh dan ide Tawan untuk menciptakan sebuah tangan robot, yang apabila berhasil diwujudkan tentu sangat bermanfaat bagi banyak orang.

"Hebatnya, hanya berbekal informasi dari internet dan ilmu yang diperolehnya selama bersekolah, Tawan mencoba merakit tangan robot dengan bahan seadanya dari barang bekas," pujinya.

Untuk itulah, Nur Khakim memandang ide orisinil Tawan tetaplah sebuah ide yang brilian. Sehingga Inkubasi Bisnis STIMIK Primakara Bali berminat untuk membantu mewujudkan ide brilian I Wayan Sumardana membuat tangan robot yang sesunggguhnya, agar tangan robot tersebut bermanfaat bagi banyak orang yang kebetulan mengalami problem yang sama. Sumardana merakit sendiri alat bantu itu. Dia gunakan besi bekas alias rongsokan. Maklum, dia adalah tukang las. Sehingga besi bekas bisa mudah dia dapat. Dengan keahlian itu, kemudian dia rakit. Menyerupai robot.
Kendati tangan kiri sudah bisa dipakai untuk bekerja, Sumardana mengaku robot yang dipasang itu belum sempurna. Terutama di bagian jari. Dia kini berupaya menyempurnakan alat tersebut.

“Kekurangannya di jari saja. Masih kurang alatnya, jadi belum sepenuhnya sempurna. Alatnya ada untuk menggerakkan jari,” kata Sumardana, saat ditemui di bengkelnya di Desa Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali.

Menurut dia, dua jari tangan kirinya, yakni jari manis dan kelingking, hingga kini belum bisa digerakkan.
“Saya baru mengandalkan tiga jari saja. Biasanya jari selalu berlima, ini cuma tiga. Kasihan yang dua,” jelas bapak tiga anak ini.

Untuk menyempurnakan alat itu, Sumardana mengaku butuh dana Rp 3 juta lagi. Masih ada 10 alat untuk menggerakkan jari. Harganya sekitar Rp 300 ribu perbiji. “Itu yang termurah. Ada yang mahal yang lebih canggih,” jelas Sumardana.

0 komentar:

Posting Komentar

Perjalanan Blog

Sering Di Intip