"Artikel Terbaru"

Pengumuman

"Posting untuk saat ini tidak akan teratur-ADMIN
Diberdayakan oleh Blogger.

Quotes

"Jangan iri atas keberhasilan orang lain, karena kamu tidak mengetahui apa yang telah ia korbankan untuk mencapai keberhasilannya itu"-ADMIN
Home » » Embun Dikala Senja | Puisi Cinta

Embun Dikala Senja | Puisi Cinta

Written By Fajar Fachi on Senin, 01 Februari 2016 | 18.12.00


Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi, Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Pandangan kaum awam biasanya membedakan puisi dan prosa dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya tersebut. Puisi lebih singkat dan padat, sedangkan prosa lebih mengalir seperti mengutarakan cerita. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya. Kita memang seorang pemenang, namun bukan berarti kita diam hanya menikmatinya. Raihlah lebih banyak lagi, untuk kebahagian, untuk hidup yang lebih berarti, untuk prestasi yang tinggi, dan juga untuk dakwah. Tidak ada alasan berhenti selama nafas kita belum berhenti. Berikut Puisi Embun dikala Senja. 

Embun Dikala Senja

Terik pelita sejati menyinari persada sore ini
setangkai mawar yang merekah indah tadi pagi,
kini layu setelah kumbang arjuna pergi
tak ada kata yang mencaci, hanya gerimis yang perlahan menjadi deras di nurani

ingatan masa lalu mawar kembali menjadi bioskop dimata hatinya
angan tentang indah cinta,
dan harap tentang megahnya mahligai asmara
seakan menjadi cerita cinta yang tiada akhirnya

semua begitu sempurna awalnya
mahligai asmara terwujud indah sebagaimana hakikatnya
jalinan cinta dua makhluk-Nya, menjadi padang zamrud indah didunia
cerita cinta yang penuh hari-hari bahagia
menguntai seribu makna,
dan menjadi pupuk subur bagi keindahan asa

semua begitu indah tiada cela
sampai suatu ketika,
kumbang arjuna terpikat akan keharuman mawar yang baru merekah
dan tanpa rasa bersalah,
kumbang arjuna pergi meninggalkan mawar dengan seribu luka

tak ada air mata,
hanya jiwa yang tersiksa dan gerimis nurani meratapi derita asmara
mawar semakin layu, dirajam sinar pelita dunia

tak ada air mata,
hanya ucapan lirih yang akhirnya mawar ucapkan
satu kalimat dari kelopak yang bersahaja
satu kalimat yang melukiskan semua derita jiwanya
dan ketika pelita dunia semakin membara
satu kalimat itu teruntai begitu saja

"sungguh suatu hal mustahil, jika kuharapkan ada setetes embun dikala senja"
yah..
Dan memang takkan pernah ada
Embun Dikala Senja

perlahan mawar merasa
dirinya semakin dekat dengan keindahan surga
dan selembut angin sore menyapa dunia,
perlahan kelopak terakhir mawar gugur mengharumkan persada..

Demikian tadi puisi Cinta jika ada request atau mau kirim puisi atau cerpen bisa langsung inbox Aneka Cerita Remaja

0 komentar:

Posting Komentar

Perjalanan Blog

Sering Di Intip